Kebenaran Hanyalah (Perkara) Kepentingan
Beberapa waktu lalu aku sempet nonton wawancara sebuah stasiun tv dengan seorang wanita (yg katanya feminis) tentang bukunya yg baru aja terbit di Indonesia, Judulnya "Faith Without Fear" ato "Beriman Tanpa Rasa Takut". Namanya Irshad Manji kalo ga salah, campuran India-Mesir, terus imigrasi dari Uganda ke Kanada. Pertama kali aku liat dia, aku tertarik banget sama pemikiran2 moderat dia tentang Islam, dan bagaimana seharusnya orang2 Islam bersikap.
Nah, tapi terus aku baca profilnya ibunya itu di majalah Gatra. Baru deh ketahuan kalo dia itu lesbong alias Lesbian. Nah, aku jadi mikir dua kali tentang ungkapan2 mengenai ajaran Islam dan kenapa dia seorang feminis. Aku jadi mikir, apakah semua pemikiran dia itu hanya berdasarkan karena dia seorang lesbian? Yah, bukannya aku sirik kalo dia lesbi lho. Tapi aku jadi berpikir, apakah yg semua dia katakan itu dan tentang pertanyaan dia mengenai posisi wanita dalam Islam hanyalah pembelaan dari kenyataan bahwa dia lesbian?? Well, aku juga belajar feminism dan aku bisa dibilang juga (calon) seorang feminis. Tapi aku ga membela lesbian, gay, ato apapun yg berbau homoseksualitas. Karena menurutku, selain karena larangan langsung dari Allah, homoseksualitas itu merusak keseimbangan dunia. Seperti teori Yin dan Yang, harus ada hitam putih dalam dunia yg saling berpasangan dan melengkapi walopun berbeda. Tapi kalo udah homo, namanya sama semua, terus jadi ga seimbang kan???
Nah, sejak dulu aku udah mikir tentang teori ini, bahwa kebenaran itu sebenernya cuma perkara kepentingan dari orang yg bersangkutan, ato orang yg mengungkapkan kebenaran itu. Mungkin, sebenernya, ga ada kebenaran yg mutlak objektif di dunia ini... Just...maybe...
Posted at 01:09 pm by
erdeaka